Dua hal yang saya lakukan setelah mendapat koneksi internet unlimited di rumah, adalah semakin giat mengisi satu-satunya blog yang saya miliki di Multiply, dan online Yahoo! Messanger (hampir) sepanjang hari – meskipun seringnya invisible hehe..
Dorongan untuk melakukan itu semua karena terinspirasi oleh
(lagi-lagi) Bunda Inong Almh.. Meskipun jelas saya tidak sekaliber beliau dalam kiprah di dunia maya, maupun di alam nyata, tetapi satu hal yang saya pelajari adalah bahwa kenangan merupakan warisan paling mahal yang ditinggalkan saat manusia berpulang ke hadiratNya.
Saya jadi teringat kata Pramudya Ananta Toer: "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." Ketekunan Bunda mencatat semua yang dialami dan dirasakan semasa hidup, membuat
blog Almarhumah menjadi semakin menarik dan pelipur kangen bagi saudara dan sahabat-sahabatnya. Blog Bunda dari Zidan dan Syifa yang sarat kisah, pengalaman dan ilmu, hingga saat ini masih sering dihampiri pengunjung. Teman atau tidak, bukan lagi masalah. Penikmat blog Inong bisa hadir dari segala penjuru ranah maya.
Sedangkan online YM sejak pagi, mm..saya hanya terkesan pada komentar Inong dalam salah satu tulisannya. Kira-kira begini, katanya: “Supaya rumah ini terasa ramai saja.” Ya betul, kadang-kadang keriuhan ngobrol, yang penting atau tidak penting, menjadi penyemangat tersendiri bagi ibu rumahtangga yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk “dinas domestik” seperti saya.
Banyak mungkin yang melakukan hal sama dengan Inong Almh. Namun saya semakin terinspirasi olehnya, karena untuk mendapatkan konsep penyajian
buku “Cooking with Love – A Tribute to Bunda Inong Almh.”, saya dan teman-teman
penyusun buku lainnya, harus dan akhirnya ngotot untuk membaca blog Almarhumah berulang-ulang, sampai menemukan konsep yang pas.
Kemarin, Wiwit , teman satu tim buku, yang semula menganggap
memasak itu sulit, akhirnya terinsipirasi untuk berani mencoba, salah satunya karena Almh. Inong pernah menulis: "nguplek di dapur tigapuluh menit, jadi deh..". Apalagi ibu ini kebagian tugas menyusun resep Almh. “Semakin dibaca, semakin terlihat mudah,” aku Wiwit.
Hari ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk menuliskan siapa yang menjadi inspirasi teman-teman dalam hidup ini. Terutama yang bisa memotivasi teman-teman mendapatkan atau melakukan sesuatu. Boleh siapa saja. Bisa orangtua, anak, saudara, teman, atau siapa saja.. Saya juga boleh..hahahaha….(narsis teteup..:) Tulisan silakan dipost di blog masing-masing. Waktunya cukup panjang. Mulai sekarang sampai 9 Agustus 2008.
Kalau biasanya yang menulis diberi hadiah. Sekarang tulisan teman-temanlah sebagai hadiah atau penghargaan buat sang inspirator. Penulis yang tulisannya terpilih oleh saya sebagai terbaik di antara yang baik-baik, akan mendapat hadiah hiburan dari saya. Hadiahnya adalah...... Mm..ini bagian dari kejutannya. Tunggu tanggal mainnya yaaa… (lo?? Hadiahnya mainan? Hehehe…). Bocorannya nih...(iih..saya paling suka deh ngebocorin rahasia..Tapi bertanggungjawab kok..:) Hadiahnya berhubungan dengan inspirator saya.
Tidak terlalu sulit, kan?
1. Siapa saja boleh ikutan.
2. MPers yang bukan contact saya pun boleh.
3. Jangan lupa cantumkan judul: “Dia Inspirasiku……. ……….”
4. Cantumkan link pengumuman ini di akhir tulisan.
5. Mohon postingannya di-set "for everyone", agar teman-teman lain yang bukan contact bisa ikutan baca.
6. Boleh mengikutsertakan maksimal 3 tulisan.
7. Tolong PM saya link tulisan teman-teman yang sudah dipost yaa..
Terimakasih. Selamat menuliskan penghargaan untuk sang inspirator! Jika dia masih ada dan berkenan membaca, mohonkan kesediaannya untuk membaca tulisan teman-teman ini. Karena itu hadiah untuk mereka.:)
Foto: Pertemuan terakhir saya dengan Bunda Inong Almh., di kelas cake decorating asuhannya.
UPDATE Tulisan yang sudah masuk:
1. Dydy :
Menjadi Perempuan Serba Bisa 2. Anne:
Happy Birthday Sis3. Ika Ardina:
Dia Inspirasiku Loh..4. HannyKS:
tribute to Mama 5. Irma Rahmat:
Dia "salah satu" inspirasi saya..:-)6. Wahyu Awaludin:
"R.A"7. Eccy:
My super Mom8. Heni Nur:
Arai, Sang Simpai Keramat9.Hani Iskadarwati:
Menuliskan Impian di Titian Pelangi10. Dydy:
Menekuni Knitting11. Yenny Syahbuddin:
lugas dan cinta tanah air ala militer 12. Sya:
Kisah Seorang Ibu Berginjal Satu13. OR:
Menyadarkanku akan arti menjadi IBU14. Yudi:
Two Thumbs Up for You Bro15. Endang:
Perempuan Menjawab Matahari16. OR:
Gara-gara Dia, OR Jadi Punya MP17. Christina:
Bloggerwati Indonesia18. Maya Siswadi:
Keterbatasan tak Menghalanginya Beraktifitas19. Nana:
Kepada Anda Semua Saya Berkaca20. Dian:
Sepanjang Jalan Kenangan21. Titin:
Dia Inspirasiku Ngeblog di MP22. Susi Minet:
Optimism and Positive Thinking23. Elly:
Contoh di Hadapan Mataku24. Novi:
Bapakku si Penulis25. Vienna:
Belajar dan Mengajar Al-Quran26. Eureka:
Papi dan Mami