Surat Itu (bukan) Untukku
Untuk bundaku tersayang
Aku terus berdoa
Mohon pada Allah
Semua yang terbaik untuk bunda
Bunda bohong padaku
Semua sia-sia
Tidak ada gunanya..
Untuk bundaku tersayang
Aku marah pada bunda
Aku sedih
Bunda sakit lagi sakit lagi
Bunda bohong padaku
Semua baik-baik
Tidak benar rupanya..
Surat seorang bidadari kecil
untuk bundanya di rumah sakit (lagi)
Sempat tertangkap indraku
Kubahasakan kembali
Menuntunku berucap
“Maafkan aku, anak-anakku…"
Mamamu, Bundanya pun inginkan yang terbaik
bukanlah dusta penenang hati
Sang Maha Daya lah sang rencana
Sang Maha Cipta lah sang waktu
"Maafkan aku, anak-anakku..., janganlah pernah putus doamu"
Wanda
Bintaro, September 2005
Foto: http://www.foothilltech.org/rgeib/english/roandjul/romeo_juliet_letter_poem.htm