Blog EntrySurat Itu (bukan) UntukkuSep 27, '05 3:29 AM
for everyone

Surat Itu (bukan) Untukku

 

Untuk bundaku tersayang

Aku terus berdoa

Mohon pada Allah

Semua yang terbaik untuk bunda

Bunda bohong padaku

Semua sia-sia

Tidak ada gunanya..

 

Untuk bundaku tersayang

Aku marah pada bunda

Aku sedih

Bunda sakit lagi sakit lagi

Bunda bohong padaku

Semua baik-baik

Tidak benar rupanya..

 

Surat seorang bidadari kecil

untuk bundanya di rumah sakit (lagi)

Sempat tertangkap indraku

 

Kubahasakan kembali

Menuntunku berucap

“Maafkan aku, anak-anakku…"

Mamamu, Bundanya pun inginkan yang terbaik

bukanlah dusta penenang hati

 

Sang Maha Daya lah sang rencana

Sang Maha Cipta lah sang waktu

"Maafkan aku, anak-anakku..., janganlah pernah putus doamu"

 

Wanda

Bintaro, September 2005

 

Foto: http://www.foothilltech.org/rgeib/english/roandjul/romeo_juliet_letter_poem.htm



familiedyka wrote on Sep 27, '05
mbak..bidadari itu pintar bikin puisi ya mbak...btw. mengapa ia katakan bohong sih mbak?
wehaz wrote on Sep 27, '05
bidadarinya sebetulnya bikin surat, In. Suratnya aku coba bahasakan lagi, sebab aku pikir isi suratnya jujur dan polos betul.
Orangtua suka ada di posisi sulit begini, saat harus menyampaikan sesuatu yg berada di luar pemahaman anak seusianya.

Menurut bidadari, ibunya bohong, karena mengajarkan berdoa supaya ibunya gak sakit2an, ternyata doanya sia-sia. Untuk kesekian kali ibu harus ninggalin dia dirawat di RS.
Menurut bidadari juga, ibunya bohong karena bilang semua baik-baik, ibu sudah sembuh. Nyatanya, ibu kembali sakit.

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.