Lelah karena bolak balik antar jemput anak-anak seharian ini, terbayar saat saya mendengar Vian berkata "Ma, tadi Pak Dedi bilang, Vian kamu masuk." Air mata saya sampai ngembeng, dan suara agak tertahan karena habis-habisan menahan air mata yang mau meleleh. "Selamat ya, nak. Mama bangga sama Vian." -- Aah begini ternyata rasanya orangtua yang anaknya bisa lolos kontes idol-idolan.
Bedanya, Vian bukan lolos kontes-kontes anak-anak. Dia lolos ke semifinal Olimpiade Sains Kuark se Indonesia, diselenggarakan oleh Majalah Kuark yang salah satu nara sumber dan konsultan ahlinya adalah Bapak Yohanes Surya, Phd.
Belum percaya dengan kata gurunya, sampai di rumah barusan, kami langsung cek nama-nama peserta yang lolos ke semi final di website penyelenggara. Dan memang benar. Namanya ada. Dari tiga peserta yang dikirim sekolahnya, dua orang lolos.Terimakasih Tuhan...
Terbayang persiapan yang hanya 2 bulan dengan materi yang cukup banyak. Itupun dilakukan saat teman-temannya asyik liburan semester akhir Desember lalu. Belum lagi latihan setiap hari saat pulang sekolah. Vian belajar satu hal, no gain without pain...:)
Belum lagi kita sempat pesimis, karena melihat saingannya saat babak penyisihan, waah..kelihatan siap sekali. Dan model yang anak-anak pinter gitu...kacamataan dan muka serius..hehehehe.....
Dasar si emak, baru semi final aja sudah heboh. Vian masih harus bersaing dengan sekitar 1300 peserta seluruh Indonesia untuk bisa maju ke final. Kalau kata eyangnya barusan di telepon: "Vian, jangan belajar, tapi latihan."
Foto: Vian udah gak mau senyum kalau difoto. Kerenan gaya dingin, katanya. Oh ya, mampir di MPnya Vian yaa..
"We don't know who we are until we see what we can do."
-Martha Grimes