Journal

Blog EntryCooking with Love: Buku yang Penuh SesakJul 10, '08 7:49 AM
for everyone

Buat orang yang sedang dalam proses belajar, ada benarnya ungkapan  lebih baik menjadi orang bodoh berada di antara orang pintar. Berada di antara orang yang lebih pintar seperti layaknya semut mendapat hidangan manis yang siap disantap sepuas hati, asal mau memanfaatkan kesempatan itu.

Bagi saya, berada dalam satu tim bersama Eva Y. Nukman, Mamiek Syamil, Sofie Dewayani dan Wiwit Wijayanti menjadi sebuah kenangan manis tak terlupakan. Berbagi baris dengan mereka dalam susunan nama penyusun buku “Cooking with Love" – A Tribute to Bunda Inong Almh., membuat saya makin bersemangat seperti semut yang siap menyantap hidangan manis-manis tadi.  Kami ibarat khafilah yang terus berlalu meskipun tak sedikit duri yang kami temui di perjalanan.

Hanya mereka? Tidak. Buku ini sungguh penuh sesak. Terlalu banyak nama yang berbagi tempat di dalamnya. Nama-nama volunteer uji coba resep, nama-nama teman yang kesan dan pesannya dikutip, nama si koki dan presenter kondang, nama si Bapak Maknyus. Belum lagi banyak nama lain yang tidak kecil perannya mendukung penyusunan buku ini, namun  penulisannya akan butuh buku tersendiri.

Pantaslah saya merasa nyaman tenggelam dalam penyusunan buku ini. Saya rasakan banyak semangat, banyak cinta, banyaaaaaaak sekali yang bisa saya hirup sepuas hati…

"The brighter you are, the more you have to learn." -Don Herold




Blog EntryBunda Inong: Seperti Pada AwalnyaJul 2, '08 7:27 PM
for everyone

Semalam, tepat jam sembilan saya terima SMSnya: “Naskah sudah dikirim via email. Salam.” Bapak ini sedang berlibur di Amsterdam bersama keluarganya. Dengan setelan nyengir kuda saya balas SMS beliau sembari mengucap terimakasih banyak. Bergegas membuka email saya, dan mendapatkan sebuah file yang saya tunggu-tunggu selama dua minggu. Lebih dari yang saya harapkan, tetapi sangat melegakan. Saya masih berbalas beberapa SMS dengan beliau. Hingga akhirnya saya tutup dengan “Maaf merepotkan, Pak Bondan. Terimakasih banyak.”Setelah itu saya tuntaskan tugas mengirimkan file tersebut ke penerbit. Lalu, saya berangkat tidur.

Pagi ini, saya bangun seperti biasa. Suami dan anak-anak masih terlelap. Pikiran saya kembali pada soal buku Almarhumah Bunda Inong. Ternyata memori itu begitu kuat sehingga pagi saya ini dihiasi oleh kilas balik perjalanan penyusunan buku Bunda.

Tentu saja ini tak akan terwujud jika pada saat hidupnya Bunda tidak pernah bermimpi untuk membukukan resep-resep masakan beliau. Berbekal semangat mimpinya itulah saya dan teman-teman membulatkan tekad untuk menyusun kembali semua yang beliau tinggalkan. Bukanlah sebuah perjalanan yang mulus, namun dengan komitmen cinta, segalanya seperti dimudahkan.  

Pikiran saya memang sedang dipenuhi segala sesuatu tentang buku Almarhumah Bunda Inong. Aktifitas saya semalam berbalas SMS dengan Bondan Winarno, si bapak Maknyuuss ,  dan mengirim sebuah file ke penerbit, seperti sebuah puncak dari segala semangat, dan ketegangan di hari-hari akhir buku ini akan naik cetak.

Pagi ini, di tengah kesibukan saya di dapur mempersiapkan sarapan dan bekal untuk suami, tiba-tiba sebuah perasaan aneh menghampiri saya. Saya terharu , tak terasa mata saya basah. Duh sebetulnya saya gengsi bilang kalau saya menangis. Hiks..   Kesibukan pagi seperti ini, pastilah juga dilakukan Bunda semasa hidup di dapurnya. Dapur Bunda yang menginspirasi banyak orang.

Terus dan terus perasaan haru ini menyelimuti saya. Seperti pada awalnya, dua tahun yang lalu saat Bunda berpulang. Hingga akhirnya saya harus duduk diam, membacakan doa buat almarhumah dan berbisik  “Hampir selesai, Inong. Sedikiiiiit lagi ya.......” Amin…

Foto: Bunga Mataharinya Neng yang baru posting "Kangen Kamu" di MPnya kemarin..

Every beginning is a consequence - every beginning ends some thing. -Paul Ambroise Valery




Blog Entry21 Juni 2008 Memang IstimewaJun 22, '08 6:35 PM
for everyone
Memang 21 Juni 2008 itu istimewa.
Memang itu sehari sebelum ulang tahun saya.

Pementasan anak-anak yang bikin saya gempor mempersiapkannyanya, 
berlangsung lancar dan sukses.
Saya jadi kangen masa-masa jungkir balik repot-repotnya, meskipun gak kepingin mengulangnya. Hehehe...

Rapor Vian yang saya terima membuat saya terharu,
Target 5 besar yang dibuatnya sendiri kesampaian.
Langganan di 10 besar membuatnya penasaran. 
Vian masuk di posisi lima dan dia naik ke kelas lima.

Memang 21 Juni 2008 istimewa.
Saya dapat hadiah ulangtahun yang manis lebih awal...

Matur nuwun, Gusti Allah..

Foto: Mana kuat lagi saya menggendong si sulung ini. Apalagi di usia saya saat ini. Hayo tebak, berapa..... 


"Nothing great was ever achieved without enthusiasm." Ralph Waldo Emerson
 

Blog EntryI was named after herJun 11, '08 5:12 PM
for everyone
Kata orangtua, nama “Wanda” diberikan pada saya, karena mereka nge-fans sama penyanyi Wanda Jackson. Saya sih manggut-manggut saja. Waktu itu, saya tidak merasa perlu mencari tahu siapa artis penyanyi ini. Dalam bayangan saya, pastilah dia penyanyi jadul yang mungkin saja salah seorang leluhur dinasti Jackson-nya Michael & Janet.

Iseng-iseng saya mencoba googling dengan kata kunci Wanda (tanpa Hazman), ingin mencari tau seberapa ngetopnya saya. Halah…  Ya jelas, saya kalah ngetop sama Ibu/ nenek Wanda Jackson ini. Namanya yang muncul di urut-urutan awal langsung menyihir saya buat klik linknya. Saya jadi penasaran, karena ingat bahwa inspirasi nama saya berasal dari beliau ini.

Ternyata dia sama sekali tidak ada hubungan dengan Michael Jackson. Website resminya, membawa saya pada penelurusan lebih jauh di Youtube. Saya coba tonton penampilan dan dengarkan lagu-lagunya di sana. Sangat jadule bangete. Tapi buat saya asyike betule.

Komentar saya: Luar biasa! Melihatnya, saya langsung ingat King of RocknRoll, Elvis Presley. Nah, Wanda Jackson – Queen-nya deh ah!! Coba buktikan saja di sini.

Kalau saya mah, jauuh dari WJ (secara saya suka menyingkat nama saya dengan WH gitu loo.. Apalagi kalau tanya Mbah Google hanya dengan kata kunci “Wanda”. Nama saya entahlah akan muncul di halaman berapa. 


"The artist has one function--to affirm and glorify life." -W. Edward Brown

Pic dari SINI





Blog EntrySaya TeringatMay 26, '08 7:31 PM
for everyone

“Sudah ya, duduk manis di sini. Jangan ke mana-mana.”  Ini kalau saya sudah lelah mengikuti kaki-kaki kecil itu berlari. Awalnya hanya berjingkat, berjalan, lalu berlari, lalu memanjat, lalu meloncat, lalu…"Stoopp!!!, jangan tinggi-tinggi, nanti jatuh!!" teriak saya panik. 

“Ya ampun naaakkk, nanti dulu ya, gantian ngomongnya.”  Ini kalau saya sudah mulai pusing mendengarkan celoteh tiga mulut kecil yang berbicara seperti lomba balap. Ada yang minta diladeni bicara, ada yang bergumam sendiri, ada yang menyanyi lagu tidak jelas. Ada yang..."Ah, bisa diam dulu??!!" ujar saya gusar.

Saya teringat.. 

“Ayo nak, jangan takut. Pelan-pelan saja. Ayo latihan lagi.” Ini (dulu) waktu mereka belum bisa berjalan.

“Sayang, ini ma-ma. Itu pa-pa. Ayo ikutin, ma-ma, pa-pa.” Ini (dulu) waktu mereka masih belajar mengucap kata-kata.

Kapan ya dia bisa berjalan? Pertanyaan penuh harap agar mereka bisa segera berjalan.

Kapan ya dia bisa berbicara? Masih tanya penuh harap agar mereka bisa cepat berceloteh.

Saya teringat masa itu,

Saat barusan saya memohon dengan sangat (baca: memerintahkan) agar mereka duduk diam. Hanya karena saya lelah.

Saat barusan saya memohon dengan sangat (baca: ngomel)  agar mereka hening sejenak. Hanya karena saya bingung meladeni mereka.

 

Children are born true scientists. They spontaneously experiment and experience and reexperience again. They select, combine, and test, seeking to find order in their experiences - "which is the mostest? which is the leastest?" They smell, taste, bite, and touch-test for hardness, softness, springiness, roughness, smoothness, coldness, warmness: the heft, shake, punch, squeeze, push, crush, rub, and try to pull things apart. -Richard Buckminster Fuller

Foto: DR & RK – terima bongkar, tidak terima pasang :)


Blog EntrySaya Bersyukur...May 18, '08 7:29 PM
for everyone

Saya bersyukur dapat menyediakan dada ini
Untuk menampung tumpahan sedu sedannya

 
Saya bersyukur kesempatan ini hadir sekarang
Saat saya dapat dengan bijak membesarkan hatinya

 
Saya bersyukur Allah menentukan waktu saat ini
Saat masih banyak pelajaran hidup yang harus dipelajarinya

 
Sabtu kemarin, Vian tidak menemukan namanya dalam daftar peserta yang maju ke final nasional Olimpiade Sains. Dengan demikian langkahnya terhenti sampai tahap Final Jabodetabek. Saya bisa rasakan kekecewaan tertumpah melalui isaknya. Saya peluk Vian erat-erat, melekatkannya ke dada saya.

 
 “Vian gak berprestasi,” katanya.
“Siapa bilang?” jawab saya
“Pertama kali mencoba dan Vian sudah sampai ke final jabodetabek, itu sudah luar biasa,”saya membesarkan hatinya.
 “Tapi Vian harus terus berusaha, tidak boleh menyerah,”sambil saya menanti janjinya untuk ini.
“Iya Ma,” janjinya.
“Untuk mengobati sedih Vian, sekarang Vian perlu mie ayam pangsit.”seru Vian bersemangat.
“Oh…,” saya senyum sambil mikir nurunin siapa sih anak ini. Haha..






 
Sungguh saya bersyukur, Vian kembali menerima sebuah pelajaran berharga,
pertama kali dalam hidupnya, bahwa sesekali kemenangan dapat lepas dari genggaman.

Dan saya mendapat sebuah pelajaran lagi, bahwa betapa nikmat mendampingi anak-anak dalam kegalauannya. Menjadi sandaran yang menguatkan dan membesarkan hatinya. Melebihi nikmat dan sukacita saat kami mendampingi pada saat keberhasilannya.

Saya bersyukur kembali mendapat kesempatan
Untuk menunjukkan bahwa kami mencintainya dengan sederhana, apa adanya..



To begin to think with purpose, is to enter the ranks of those strong ones who only recognize failure as one of the pathways to attainment. -James Allen

Foto: Vian dengan piala pertamanya di kompetisi science project.

Blog EntryWho's the boss, anyway? May 8, '08 9:41 PM
for everyone

Suatu saat, ehmm..setiap hari sebetulnya, pemandangan yang sama selalu melintas di depan saya sambil menunggu Vian keluar sekolah. Dari dalam mobil di tempat parkir, saya pasti menangkap seliweran murid, supir pribadi, mbak-mbak Asisten Rumah Tangga (ART), guru, cleaning service dan satpam.

Satu di antara banyak hal yang sempat menggelitik pikir saya, adalah pemandangan antara anak-anak dan supir pribadi atau mbaknya. Cukup banyak juga anak-anak yang dijemput tidak oleh orangtuanya, seperti anak-anak saya, yang saya antar jemput setiap harinya. Hal ini bisa saya maklumi. Mungkin saja kedua orangtuanya adalah pekerja kantor, pengusaha, atau ada halangan lain untuk dapat menjemput anak di sekolah. Jadilah tugas antar jemput didelegasikan pada supir pribadi atau ART.

Sampai di sini, saya hanya berpikir betapa bahagianya saya punya kesempatan untuk ‘melayani’ anak-anak saya. Semoga juga mereka bisa berbahagia dengan kesempatan diantar-jemput mamanya setiap hari. Hehe..mumpung masih TK dan SD, jadi belum (begitu) malu dikatain anak mama.   Ah..tapi kalau memndengar berita baru-baru ini ada anak SMP diculik, duh..jadi gentar juga melepas mereka nantinya.

Kembali ke soal melayani anak-anak. Saya dengan sukacita melakukan tugas saya mengantar jemput sekolah setiap hari.  Kami tidak punya supir pribadi, anak-anakpun tidak naik antar jemput sekolah. Jadi mereka memerlukan (atau memang kami, orangtuanya yang menciptakan keperluan itu), seseorang untuk mengantar jemput mereka di sekolah.

Kalau orangtua tidak bisa, supir pribadi atau ART yang melakukannya. Sampai batas mana supir pribadi atau ART melayani anak-anak ini? Untuk siswa SD, saya pikir ya sebatas mereka mengantar , menjemput, ke dan dari sekolah dengan aman dan selamat. Namun ada pemandangan yang acap saya lihat saat anak-anak pulang sekolah dan bertemu dengan penjemputnya. Tas sekolah dan semua barang bawaan langsung diserahkan kepada penjemput, dan anak-anak ini melenggang kangkung ke kendaraan yang akan membawa mereka pulang. Kalau mungkin anak-anak ini kerepotan karena barang bawaan yang banyak, mungkin mereka perlu dibantu sekedarnya, dan bukan semua langsung bruk pada “pelayannya”. Tanpa panjang lebar lagi, karena memang sudah panjang ocehan saya, saya hanya ingin bilang “Kecil-kecil ngeboss ni yee….”

Kalau dibilang hidup adalah pilihan, saya memilih anak-anak saya untuk tidak dilayani demikian. Tas dan bawaan sekolah adalah tanggungjawab mereka. Apalagi untuk anak-anak yang sudah duduk di sekolah dasar. Kalau hidup adalah pilihan, saya memilih melayani anak-anak saya sebatas apa yang selayaknya saya lakukan. Meskipun belum seratus persen bisa saya lakukan. Karena naluri buat melayani anak suka membludak juga. Saya masih suka jatuh iba melihat Vian badannya penuh gelantungan barang bawaan. Tapi saya tega-tegain aja, kalau itu semua masih bisa ditanganinya sendiri. Hehe… Seandainya saya tidak punya pilihan lain, dan harus mendelegasikan tugas antar jemput sekolah ke supir atau ART, saya tetap memilih anak-anak harus membawa tasnya sendiri. Kalau hidup adalah pilihan, saya memilih menerapkan ini sedini mungkin. Mumpung masih bisa. Bossnya si supir dan ART kan orangtuanya, bukan anaknya. Hidup toh belum tentu bisa bersenang-senang dahulu, bersenang-senang kemudian. Ini pilihan saya. Tolong ingatkan, kalau saya nanti (sempat) lupa.


"Don't judge each day by the harvest you reap but by the seeds that you plant."

|

-Robert Louis Stevenson

Foto: Boss kecil naik becak :)


Blog Entrygak mau disunat!!May 4, '08 1:45 AM
for everyone

Nah, gara-gara Vian rencana disunat akhir minggu ini, maka iseng-iseng berhadiah, papa menawarkan adik untuk barengan disunat.


Dan jawaban nyaring dari  adik sambil tangannya memperagakan apa yang dia ucapkan:

“Darren gak mau disunat.” -- geleng-geleng sambil dadah-dadahin tangan

“Nanti kan dipotong,” -- sambil menirukan gaya orang memotong

“Trus diganti,” -- memperagakan potongan itu diganti dengan yang baru

“Trus diselotip.” -- sambil bergaya seperti orang menempelkan selotip di sambungan selang

 *@$@*$) huahahahah..Ya iyalaah... Kalo model Pinokio sunat gini, gak ada yang mau kalee...


Nothing in life is to be feared, it is only to be understood. Now is the time to understand more, so that we may fear less.




-Marie Curie, attributed

Foto:  Ngumpet di balik selimut


Blog EntryFly, Fly Little WingMar 28, '08 3:49 AM
for everyone
"Sabar ya nak, kuat ya nak...." Saya jadi ingat kata-kata itu yang saya ucapkan berkali-kali di perjalanan dari rumah ke UGD rumah sakit, pertengahan tahun lalu. Sambil menyetir, saya panggil nama si bungsu Raffin  terus menerus, berharap dengan mendengar namanya dipanggil, dia akan selalu berada di atas ambang sadar. Saya tidak tahu apakah dia mendengar atau tidak. Tidak ada respon sama sekali dari si kecil yang lincah ini.

"Sabar ya nak, kuat ya nak..." Mungkin ini juga yang tidak bosan-bosan dibisikkan oleh Vita kepada putranya Benneth. Atau bahkan lebih dari itu, dalam kondisi kritis berhari-hari, lebih banyak lagi kata-kata yang diucapkan Vita pada Benneth. Mengajaknya mengobrol seperti saat-saat sebelum musibah ini terjadi.

Dan saat siang ini Benneth berpulang, saya hanya bisa bisikkan melalui doa,
"Engkau telah bersabar, dan engkau adalah anak yang kuat. Allah menginginkan Benneth sembuh dalam pelukanNya."

FLY
by Celine Dion

Fly, fly little wing
Fly beyond imagining
The softest cloud,
the whitest dove
Upon the wind of heavens love
Past the planets and the stars
Leave this lonely world of ours
Escape the sorrow and the pain
And fly again.

Fly, fly precious one
Your endless journey has begun
Take your gentle happiness
Far too beautiful for this
Cross over to the other shore
There is peace forever more
But hold this memory bittersweet
Until we meet.

Fly, fly do not fear
Don't waste a breath, don't shed a tear
Your heart is pure, your soul is free
Be on your way, don't wait for me
Above the universe you'll climb
On beyond the hands of time
The moon will rise, the sun will set
But I won't forget.

Fly, fly little wing
Fly where only angels sing
Fly away the time is right
Go now, find the light.


Untuk Vita, seorang teman maya yang belum pernah saya "kenal". Satu-satunya yang membuat saya begitu 'terlibat' dalam pergulatannya, adalah perasaan ibu yang harus mendampingi anaknya di saat-saat kritis...


Foto: Fly, fly little wing


Blog EntryI'm proud of you..,NakMar 17, '08 4:37 AM
for everyone

Lelah karena bolak balik antar jemput anak-anak seharian ini, terbayar saat saya mendengar Vian berkata "Ma, tadi Pak Dedi bilang, Vian kamu masuk." Air mata saya sampai ngembeng, dan suara agak tertahan karena habis-habisan menahan air mata yang mau meleleh. "Selamat ya, nak. Mama bangga sama Vian." -- Aah begini ternyata rasanya orangtua yang anaknya bisa lolos kontes idol-idolan.

Bedanya, Vian bukan lolos kontes-kontes anak-anak. Dia lolos ke semifinal Olimpiade Sains Kuark se Indonesia, diselenggarakan oleh Majalah Kuark yang salah satu nara sumber dan konsultan ahlinya adalah Bapak Yohanes Surya, Phd.

Belum percaya dengan kata gurunya, sampai di rumah barusan, kami langsung cek nama-nama peserta yang lolos ke semi final di website penyelenggara. Dan memang benar. Namanya ada. Dari tiga peserta yang dikirim sekolahnya, dua orang lolos.Terimakasih Tuhan...

Terbayang persiapan yang hanya 2 bulan dengan materi yang cukup banyak. Itupun dilakukan saat teman-temannya asyik liburan semester akhir Desember lalu. Belum lagi latihan setiap hari saat pulang sekolah. Vian belajar satu hal, no gain without pain...:)

 

Belum lagi kita sempat pesimis, karena melihat saingannya saat babak penyisihan, waah..kelihatan siap sekali. Dan model yang anak-anak pinter gitu...kacamataan dan muka serius..hehehehe.....

Dasar si emak, baru semi final aja sudah heboh. Vian masih harus bersaing dengan sekitar 1300 peserta seluruh Indonesia untuk bisa maju ke final. Kalau kata eyangnya barusan di telepon: "Vian, jangan belajar, tapi latihan."

Foto: Vian udah gak mau senyum kalau difoto. Kerenan gaya dingin, katanya. Oh ya, mampir di MPnya Vian yaa..

 

"We don't know who we are until we see what we can do."

   

-Martha Grimes

 


Blog EntryTakutMar 17, '08 2:03 AM
for everyone
Quote of the month:
"Darren takut, kalau papa mama meninggal, Darren gak dikasih susu selama-lamanya"
(Darren-5th)

Nano-nano of the month:)) )@$@)%^@%&@)*%? (mamanya :)
 








"I am imagination. I can see what the eyes cannot see. I can hear what the ears cannot hear. I can feel what the heart cannot feel."
- Peter Nivio Zarlenga



Blog EntryYang FISIP...yang FISIPMar 5, '08 10:08 PM
for everyone

Gara-gara papasan sama Endang di blognya Mas Danu, jadi penasaran sama MPers yang juga FISIP UI-ers (maksa banget :).Endang adalah adik angkatan di Jurusan Komunikasi. Sementara Mas Danu ini di jurusan yang sama, mm..tapi ya jauuuh di atas saya. JELASSS!!! *Peace!*

Belum lagi kelompok musik yang jadi icon-nya FISIP UI, Pancaran Sinar Petromaks sudah menjajal MP pulak. Eh..bole bangga dong kalo MP PSP dibikin dari hasil rumpi sambil ngopi di postingan hore-hore saya yang mengawali buka-bukaannya OM PSP di MP.

Nah kalau waktu jaman saya OPSPEK di FISIP UI, lagunya ini nih (maaf kalau salah - sudah mulai lupa ingatan): "we'll fighting for our freedom, we shall not be moved 2x. Just like a tree that planted by the river side, we shall not be moved". Ada satu lagi yang saya ingat. Lagu "when my FISIP" yang dinyanyikan dengan irama "o, when the saint goes marching in".

FISIP banged deh ah.. 

Lah tapi kok gak ketemu teman-teman seangkatan saya di sini?  Ada sih yang selalu ketemu saya tiap hari. Wong saya kan melakukan pernikahan incest . Suami dari satu angkatan, satu jurusan pulak.

Kalo kata Mas Danu,"bikin reunian khusus MPers FISIP UI bisa nih." Memang iya ya? Coba buktiin!!

Kamu, kamu FISIP UI bukan?

Foto: Di acara KD Show -- Trans TV diundang Pak Ishadi (Trans TV) - no. 2 dari kanan-jaket hitam (yang dosen kita di Komunikasi), waktu mau Reuni Akbar Komunikasi di Balairung Depok, 2003 kalo gak salah.

"We all lose friends.. we lose them in death, to distance and over time. But even though they may be lost, hope is not. The key is to keep them in your heart, and when the time is right, you can pick up the friendship right where you left off. Even the lost find their way home when you leave the light on." -Amy Marie Walz


Blog EntryListen to the Mustn'tsFeb 26, '08 7:49 AM
for everyone

Saya dapat puisi ini dari seorang sahabat. Thanks Di. Manis sekali. Sungguh ini yang ada dalam hati saya. Saat saya melihat ketiga bintang malam saya bersinar dan semakin bersinar. Jadi meskipun mereka punya membership di "John don't Club" karena orangtuanya, ada pembenaran untuk itu. Hehehe....

Untuk ketiga sulut cinta mama.

LISTEN TO THE MUSTN'TS -----------

Listen to the MUSTN'TS, child,

Listen to the DON'TS

Listen to the SHOULDN'TS

The IMPOSIBLES, the WON'TS

Listen to the NEVER HAVES

Then listen close to me ---

Anything can happen, child,

ANYTHING can be.

"Where The Sidewalks Ends - The Poems and Drawings (Shel Silverstein)

Foto: VDR-terbaru


Blog EntryGak tega sih..Feb 17, '08 8:32 PM
for everyone

Empat bulan lagi usia RK dua tahun. Pertanyaan besar di benak saya sekarang, bagaimana cara mem-PHA-nya nanti (PHA:Pemutusan Hubungan ASI, maksa-red). Mengingat boss kecil ini sudah terlanjur sayang dan cinta mati pada ASI. Apalagi dua kakaknya tidak ada yang sampai dua tahun meng-ASI, berhentinyapun karena mereka menolak saya, ehm..ASI saya maksudnya.

Saya sudah siap banyak baskom gede. Segala masukan besar, kecil, rasional, bahkan ngocol akan ditampung. Semoga ada yang bisa dicoba.

Soal PHA tadi, kalau besar nanti, kamu baca jurnal ini, jangan sakit hati ya dek.. Cuma mau ng-ilmu kok..

Of all the rights of women, the greatest is to be a mother. -Lin Yutang

Foto: RK 20 bulan. Mana tega coba?


Blog EntryCumaJan 17, '08 10:52 PM
for everyone

MaksuTnya cuma buat file. Tapi kalo dituduh narsis, ya suT, gak apa-apa deh. Belum pulih juga kok...(narsisnya-red) 

 

 

 

And finally I twist my heart round again, so that the bad is on the outside and the good is on the inside, and keep on trying to find a way of becoming what I would so like to be, and could be, if there weren't any other people living in the world.

 
-Anne Frank, Last diary entry; "The Diary of a Young Girl," 1947; tr. 1952, August 1, 1944

Foto: Diambil dengan niat baik dari SINI, yang discan dengan niat baik juga oleh SHRIE dari Majalah Alia edisi Desember 2007.


Blog EntryMinggu ini dan Minggu DepanSep 3, '07 12:21 AM
for everyone

Minggu ini dan minggu depan. Sok sibuk sekali, sampai jurnal aja dirapel. Dan sok ngetop sekali, seolah semua ingin tahu..hehehe....Padahal sebenernya sih saya KANGEENN pengen ngempiiii....

Istimewa minggu ini, ulang tahun bapake anak-anak. Masih blank mau kasih kado apa atau bikin kejutan apa. Biasanya kalau sudah begini, ujung-ujungnya tiup lilin dan doa sama anak-anak saja di pagi hari.

Istimewa minggu depan, pengumuman pemenang Wajah Femina 2007. Setelah jadi runner up None Jakarta, adik satu ini, Delita Juwita Iskandar, melangkah lagi jadi Finalis Wajah Femina 2007. Mungkinkah menjadi satu di antara 6 pemenang? Tunggu pengumumannya minggu depan di majalah Femina atau Femina-online. Terimakasih buat yang sudah vote untuk jadi pemenang pilihan pembaca.

Istimewa hari ini... nge-post jurnal lagi... Yipeee!!!

"Destiny is not a matter of chance, it is a matter of choice; it is not a thing to be waited for, it is a thing to be achieved."-William Jennings Bryan


Blog EntryLove Makes Little Things GrowJun 12, '07 11:34 PM
for everyone








Foto 1. Dua minggu yang lalu, May 31, yang ini ulang tahun ke sembilan..
Foto 2. Yang tengah siap masuk TK bulan July ini..Kan sudah empat tahun.
Foto 3. Sementara yang terakhir, *excited*, besok satu tahun usianya..

Kalau pinjam filosofinya Emily Elizabeth di Clifford's Puppy Days, *Tau dong, Clifford yang besarnya jadi The big Red Dog* "Love makes little things grow...," katanya...


Blog EntrySelamat Bergabung di John Don't ClubApr 12, '07 10:30 PM
for everyone

Sepuluh bulan bersama. Bulet-bulet giginya empat. Merangkak-rangkak selalu kian kemari. Sedang ancang-ancang berdiri kalau dapat sanggaan. Usil? Semakin berbakat tampaknya. Akibatnya, selamat bergabung di "John Don't" Club, Raffin!

Duh, teori supaya anak gak kebanyakan dilarang itu tantangan banget. Saya gak lulus-lulus juga untuk urusan teriak "jangaaan..." ini. Meskipun saat ini sudah tidak separno sama mas-masnya dulu.

 

 

 

As simple as it sounds, we all must try to be the best person we can: by making the best choices, by making the most of the talents we've been given.

 

-Mary Lou Retton

 

Foto: Dari MPnya Tante Shanti. RK sama mama, Tante Shanti dan Mas Iyog. Nemenin mama ke rumah Tante Shanti, pas aqiqah adik Bram yang baru lahir.


Buntu ide. Jadilah tanya sana-sini untuk urusan kostum pembalap. Teman-teman MP banyak kasih masukan. Makasih ya teman-temin :) Sampai akhirnya, repot-repot juga saya untuk urusan kostumnya V pada acara puncak tematik pembelajaran di sekolahnya. Gabung-gabung ide. Jadilah kostum Ferrari masa depan. Dijahit di Mayestik dalam waktu dua hari. Biaya termasuk mahal. Makanya, kostum ini terbuka untuk yang mau menyewa. Biar balik modal. Hehehehe....
 
Yang bikin shock, lagi-lagi Vian dengan kejutannya. Kalau dulu dia bikin kejutan dengan menyanyi lagu Pergi Sekolah dengan gaya rocker. Kali ini, dia naik ke panggung jejingkrakan model Giring vokalisnya Nidji. Eallaaah... pembalap kok nge-rock.. Mm.. jangan bilang buah jatuh tak jauh dari pohonnya ya...
 
Yuk lihat foto-foto manggungnya di album The Stage. Sekalian kostum for sewa-nya tampak depan, belakang dan samping. hihihi....
 
There are admirable potentialities in every human being. Believe in your strength and your youth. Learn to repeat endlessly to yourself, 'It all depends on me'.
 
-André Gide

Blog EntryBalada Si PutihMar 14, '07 11:39 PM
for everyone
Si putih oh si putih...
Kenikmatan apa dalam goda parasmu
Masuk selalu dalam ruang rinduku...
 
Si putih oh si putih...
Tiada kesan tanpa kehadiranmu...
kan kukejar si hitam manis
tuk hadirmu bersamaku
 
Si putih oh si putih...
    ::senandungkan lagu genit dari iklan obat pektay. :)
 
A fanatic is one who can't change his mind and won't change the subject.-
 
Foto: Perjalanan Si Putih

Pages:1234567
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.